Bersihkan Diri, Hadapi Rintangan

bgsSudah pasti bulan Ramadan tidak akan dilepas begitu saja oleh seluruh umat muslim. Selain ibadah, banyak di antara mereka yang menjadikan momen tersebut sebagai ujian, termasuk Sekdakot Bogor Bambang Gunawan. Seperti apa? Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Radar Bogor, Faisal Hilmi saat ditemui di tengah kesibukannya, belum lama ini.
———-

Apa makna Ramdan bagi Anda?

Bulan Ramadan adalah ujian, artinya tak hanya menahan rasa haus dan lapar di siang hari saja.

Tetapi, yang lebih utama adalah menahan diri dari hawa nafsu. Makanya, bila dijalankan sungguh-sungguh, makna Ramadan menjadi kawah candradimuka bagi orang yang beriman.

Adakah program khusus saat Ramadan?

Yang jelas, porsi beribadah lebih ditingkatkan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Apalagi, janji Allah SWT bahwa pahala ibadah orang yang berpuasa akan dilipatgandakan berpuluh-puluh kali lipat. Pahala itu merupakan tantangan bagi kita sebagai mukmin untuk terus melakukan amal baik.

Bagaimana cara membagi waktu antara puasa dengan pekerjaan, maupun aktivitas Anda?

Sebenarnya tak ada perubahan yang krusial dalam kehidupan saya selama bulan Ramadan ini. sebagai seorang pejabat pemerintah, saya selalu disibukkan dengan waktu. Tapi, di bulan Ramadan, waktu saya menjadi lebih teratur. Bangun pagi-pagi untuk sahur, dilanjutkan salat Subuh kemudian mempersiapkan diri masuk kantor.

Setelah pulang kantor, menyempatkan diri istirahat. Bila tak ada kegiatan, sedikit bersantai sambil menunggu waktu berbuka. Dilanjutkan dengan tadarus.

Adakah kiat khusus selama menjalani puasa ini agar tetap segar bugar?

Perbanyak minum air putih dan buahbuahan. Untuk menjaga kebugaran tubuh selalu minum vitamin setelah berbuka dan saat makan sahur.

Hal itu untuk menjaga stamina tubuh agar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tak mengalami kendala.

Bagaimana membagi waktu dengan keluarga?
Apakah penting melakukan buka bersama dengan keluarga di rumah?

Kebetulan istri saya ada di luar kota, di Bandung. Banyak aktivitas yang harus dilakukan istri saya sana, mulai dari berorganisasi dan kegiatan lainnya. Anak-anak pun semuanya sudah berkeluarga. Jadi, buka puasa dan sahur sendiri saja di rumah. Tapi, pada Ramadan ini kami pasti menyempatkan untuk buka bersama.

Apakah ada pengalaman spiritual selama Ramadan tahun ini?

Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang berbeda. Menyikapi pengalaman spiritual itu tergantung dari penilaiannya. Kalau bagi saya, pengalaman spiritual yang dirasakan dalam memasuki bulan Ramadan itu adanya kekuatan fisik yang luar biasa yang tidak saya dapat di bulan-bulan biasa. Meski seabrek kegiatan dilakukan, tapi tak ada rasa lelah maupun jenuh. Saya menganggapnya ini hikmah Ramadan.

Persiapan dalam menyambut Idul Fitri seperti apa?

Semua yang berpuasa Ramadan selama sebulan pasti akan menantikan Hari Raya Idul Fitri. Persiapan yang dilakukan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bersilaturahmi kepada orangtua dan selalu menyempatkan memberikan santunan bagi fakir miskin untuk merasakan kebahagian Lebaran bersama-sama.

Kalau untuk masalah makanan, itu urusan istri saya. Ia selalu menyiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.

Apalagi di hari itu seluruh anggota keluarga kumpul untuk merayakannya bersama.

Lalu, makna Idul Fitri sendiri bagi Anda seperti apa?

Idul firti adalah kemenangan setelah sebulan digodok dalam kawah candradimuka-Nya Ramadan.

Ujian-ujian yang kita dapatkan pada bulan Ramadan itu merupakan bentuk introspeksi dan evaluasi diri.

Karena setelah melalui berbagai rintangan itu, kita semua akan kembali bersih seperti kertas yang belum diisi tulisan. (*)

Speak Your Mind

*